Rabu, 21 Oktober 2015

Nasehat Syeikh Muhammad Kurayyim Rajih Untuk Indonesia





“Kami di Syria dahulu seperti kamu hidup damai sehingga kami lupa karena sudah membiarkan Syiah berkembang secara perlahan. Akhirnya sekarang Syiah memerintah kami, membunuh anak-anak kecil kami dengan kapak dan memperkosa wanita Ahli Sunnah Wal Jama’ah. Jangan lupa dan jangan sesekali biarkan Syiah berkuasa di sana. Jika kamu tidak ingin terjadi seperti apa yang menimpa kami. Jangan kamu lakukan seperti yang kami lakukan karena membiarkan mereka (Syiah) berkembang. Mereka adalah agenda Amerika dan Yahudi. Pengagas mereka adalah Abdullah bin Saba’ (orang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam) Saya akan selalu mendo’akan kalian semua yang ada di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand Islam Melayu bagian selatan agar tidak berlaku seperti kami di Syria. Aamiin.”

Selasa, 06 Oktober 2015

Sejarah Hitam Syi'ah



Di bawah ini adalah ringkasan sejarah kelompok Rafidhah (sebutan yang diberikan para ulama terhadap aliran Syi’ah), kanker yang menggerogoti umat islam dan penyakit yang menular, kami akan menyebutkan – dengan izin Allah – peristiwa-peristiwa nyata dan penting yang pernah dilalui dalam sejarah mereka. Semoga ringkasan singkat ini mampu membuka pandangan mayoritas Ahlus Sunnah yang telah termakan isu dan slogan-slogan pendekatan antara Islam dan Rafidhah (Syi'ah)
14 H. Pada tahun inilah pokok dan asas dari kebencian kaum Rafidhah terhadap Islam dan kaum muslimin, karena pada tahun ini meletus perang Qadisiyyah yang berakibat takluknya kerajaan Persia Majusi, nenek moyang kaum Rafidhah. Pada saat itu kaum muslimin dibawah kepemimpinan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu.
16 H. Kaum muslimin berhasil menaklukkan ibu kota kekaisaran Persia, Mada’in. Dengan ini hancurlah kerajaan Persia. Kejadiaan ini masih disesali oleh kaum Rafidhah hingga saat ini.
23 H. Abu Lu’lu’ah Al-Majusi yang dijuluki Baba ‘Alauddin oleh kaum Rafidhah membunuh khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu. Dan ini merupakan salah satu simbol mereka dalam memusuhi Islam.
34 H. Munculnya Abdullah bin saba’, si yahudi dari yaman yang dijuluki Ibnu Sauda’ berpura-pura masuk Islam, tapi menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Dia menggalang kekuatan dan melancarkan provokasi melawan khalifah ketiga Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu hingga khalifah tersebut dibunuh oleh para pemberontak karena fitnah yang dilancarkan oleh Ibnu Sauda’ (Abdullah bin Saba’) pada tahun 35 H. Keyakinan yang diserukan oleh Abdullah bin Saba’ ini berasal dari pokok-pokok ajaran Yahudi, Nasrani dan Majusi yaitu menuhankan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, wasiat, raj’ah, wilayah, keimamahan, bada’ dan lain-lain.
36 H. Malam sebelum terjadinya perang Jamal, kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai. Mereka bermalam dengan sebaik-baik malam sementara Abdullah bin Saba’ beserta pengikutnya bermalam dengan penuh kedongkolan. Lalu dia membuat provokasi kepada kedua belah pihak hingga terjadilah fitnah seperti yang diinginkan oleh Ibnu Saba’. Pada masa kekhilafahan Ali bin Abi Thalib, kelompok Abdullah bin Saba’ datang kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu seraya berkata, “Kamulah, kamulah!!” Ali bin Abi Thalib menjawab: “Siapakah saya?”, mereka berkata: “Kamulah sang pencipta!”, lalu Ali bin Abi Thalib menyuruh mereka untuk bertaubat tapi mereka menolak. Kemudian Ali bin Abi Thalib menyalakan api dan membakar mereka.
41 H. Tahun ini adalah tahun yang paling dibenci oleh kaum Rafidhah karena tahun ini dinamakan tahun jama’ah (tahun persatuan) kaum muslimin dibawah pimpinan sang penulis wahyu, khalifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu ‘anhu, dimana Hasan bin Ali bin Abi Thalib menyerahkan kekhilafahan kepada Mu’awiyah. Maka dengan ini surutlah tipu daya kaum Rafidhah.
61 H. Pada tahun ini Husein bin Ali Radhiyallahu ‘anhu terbunuh di karbala yaitu pada hari ke-10 bulan muharram setelah ditinggalkan oleh para penolongnya dan diserahkan kepada pembunuhnya.
260 H. Hasan Al-Askari meninggal dunia, namun kaum Rafidhah menyangka bahwa imam ke-12 yang ditunggu-tunggu (Muhammad bin Al-Hasan Al-Askari) telah bersembunyi di sebuah sirdab (ruang bawah tanah) di samurra’ dan akan kembali lagi ke dunia.
277 H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah di daerah kufah dibawah kendali Hamdan bin Asy’ats yang dikenal dengan julukan Qirmith.
278 H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah di daerah Bahrain dan Ahsa’ yang dipelopori oleh Abu Sa’id Al-Janabi.
280 H. Munculnya kerajaan Zaidiyah beraliran Rafidhah di Sha’dah dan Shan’a daerah Yaman, dibawah kepemimpinan Al-Husein bin Al-Qasim Ar-Rasiy.
297 H. Munculnya kerajaan Ubaidiyin di Mesir dan Maghrib (Maroko) yang didirikan oleh Ubaidillah bin Muhammad Al-Mahdi.
317 H. Abu Thahir Ar-Rafidhi Al-Qurmuthi sampai dan memasuki kota Mekah pada hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) lalu membunuh para jamaah haji di masjidil Haram serta mencongkel hajar Aswad dan membawanya ke tempat ibadah mereka di Ahsa’. Dan hajar Aswad itu berada disana sampai tahun 355 H. Kerajaan mereka tetap eksis di Ahsa’ hingga tahun 466 H. Pada tahun ini berdirilah kerajaan Hamdaniyah di Mousul dan Halab kemudian tumbang pada tahun 394 H.
329 H. Pada tahun ini Allah telah menghinakan kaum Rafidhah karena pada tahun ini dimulailah Ghaibah Al-Kubra atau menghilang selamanya. Menurut mereka, imam Rafidhah yang ke-12 telah menulis surat dan sampai kepada mereka yang bunyinya: “Telah dimulailah masa menghilangku dan aku tidak akan kembali sampai masa yang diizinkan oleh Allah, maka barangsiapa yang mengatakan bahwa dia telah berjumpa denganku maka dia adalah pendusta dan telah tertipu.” Semua ini mereka lakukan dengan tujuan menghindari akan banyaknya pertanyaan orang-orang awam kepada ulama mereka tentang keterlambatan Imam Mahdi keluar dari persembunyiannya.
320-334 H. Munculnya kerajaan Buwaihiyah beraliran Rafidhah di daerah Dailam yang didirikan oleh Buwaih bin Syuja’. Mereka membuat kerusakan-kerusakan di kota Baghdad, Iraq, sehingga orang-orang bodoh pada masa itu mulai berani memaki-maki para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum.
339 H. Hajar Aswad dikembalikan ke Mekkah atas rekomendasi dari pemerintahan Ubaidiyah di mesir.
352 H. Pemerintahan Buwaihiyun mengeluarkan peraturan untuk menutup pasar-pasar pada tanggal 10 muharram dan meliburkan semua kegiatan jual beli. Lalu para wanita keluar rumah tanpa mengenakan jilbab dengan memukul-mukul diri mereka di pasar-pasar. Pada saat itulah pertama kali dalam sejarah diadakan perayaan kesedihan atas meninggalnya Husein bin Ali bin Abi Thalib.
358 H. Kaum Ubaidiyun beraliran Rafidhah menguasai Mesir. Salah satu pemimpinya yang terkenal adalah Al-Hakim Biamrillah yang mengklaim dirinya sebagai Tuhan dan menyeru kepada ajaran reinkarnasi. Dengan runtuhnya kerajaan ini pada tahun 568 H muncullah gerakan Druz yang berfaham kebatinan.
402 H. Keluarnya pernyataan kebatilan nasab Fatimah yang digembar-gemborkan oleh penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir dan menjelaskan ajaran mereka yang sesat dan mereka adalah zindiq dan telah dihukumi kafir oleh seluru ulama’ kaum muslimin.
408 H. Penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir yang bernama Al-Hakim Biamrillah mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan. Salah satu dari kehinaannya adalah dia berniat untuk memindahkan kubur Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dari kota madinah ke mesir sebanyak 2 kali. Yang pertama adalah ketika dia disuruh oleh beberapa orang zindik untuk memindahkan jasad Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ke Mesir. Lalu dia membangun bangunan yang megah dan menyuruh Abul Fatuh untuk membongkar kubur Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu masyarakat tidak rela dan memberontak sehingga membuat dia mengurungkan niatnya. Yang kedua ketika mengutus beberapa orang untuk membongkar kuburan Nabi. Utusan ini tinggal didekat mesjid dan membuat lobang menuju kubur Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu makar itupun ketahuan dan utusan tersebut dibunuh.
483 H. Munculnya gerakan Al-Hasyasyin yang menyeru kepada kerajaan Ubaidiyah berfaham Rafidhah di Mesir didirikan oleh Al-Hasan As-Shabah yang berketurunan darah persia. Dia memulai dakwahnya di wilayah persia tahun 473 H.
500 H. Penguasa Ubaidiyun membangun sebuah bangunan yang megah di Mesir dan diberi nama mahkota Al-Husein. Mereka menyangka bahwa kepala Husein bin Ali bin Abi Thalib dikuburkan di sana. Hingga saat ini banyak kaum Rafidhah yan pergi berhaji ke tempat tersebut. Kita bersyukur kepada Allah atas nikmat akal yang diberikan kepada kita.
656 H. Penghianatan besar yang dilakukan oleh Rafidhah pimpinan Nasiruddin At-Thusi dan Ibnul Alqomi yang bersekongkol dengan kaum Tartar Mongolia sehingga kaum Tartar masuk ke Baghdad dan membunuh lebih dari 2 juta muslim dan membunuh sejumlah besar dari Bani Hasyim yang seolah-olah dicintai oleh kaum Rafidhah. Pada tahun yang sama muncullah kelompok Nushairiyah yang didirikan oleh Muhammad bin Nusair berfaham Rafidhah Imamiyah.
907 H. Berdirinya kerajaan Shafawiyah di Iran yang didirikan oleh Syah Ismail bin Haidar Al-Shafawi yang juga seorang Rafidhah. Dia telah membunuh hampir 2 juta muslim yang menolak memeluk madzhab Rafidhah. Pada saat masuk ke Baghdad dia memaki-maki Khulafa’ Rasyidin di depan umum dan membunuh siapa saja yang tidak mau memeluk madzhab Rafidhah. Tak ketinggalan pula dia membongkar banyak kuburan orang-orang Sunni (Ahlus Sunnah) seperti kuburan Imam Abu Hanifah.
Termasuk peristiwa penting yang terjadi pada masa kerajaan Shafawiyah adalah ketika Shah Abbas berhaji ke Masyhad untuk menandingi dan memalingkan orang-orang yang melakukan haji ke Mekah. Pada tahun yang sama Shadruddin Al-Syirazi memulai dakwahnya kepada madzhab Baha’iyah. Mirza Ali Muhammad Al-Syirazi mengatakan bahwa Allah telah masuk ke dalam dirinya, setelah mati dia digantikan oleh muridnya Baha’ullah. Sementara itu di India muncul kelompok Qadiyaniyah pimpinan Mirza Ghulam Ahmad yang mengatakan bahwa dirinya ialah Nabi dan keyakinan-keyakinan lainnya yang batil. Kerajaan Safawiyah berakhir pada tahun 1149 H.
1218 H. Seorang Rafidhah dari Irak datang ke daerah Dar’iyah di Najd dan menampakkan kesalehan serta kezuhudannya. Pada suatu hari, dia shalat di belakang Imam Muhammad bin Su’ud lalu diapun membunuhnya ketika sedang sujud dalam shalat Ashar dengan menggunakan belati yang disembunyikan dan telah dipersiapkannya. Semoga Allah memerangi kaum Rafidhah para pengkhianat.
1289 H. Pada tahun ini buku Fashlul Khitab fi Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbab (kalimat penjelas bahwa kitab Allah telah diselewengkan dan diubah) karangan Mirza Husain bin Muhammad An-Nuri At-Thibrisi. Kitab ini memuat pendapat dan klaim-klaim Rafidhah bahwasanya Al-Qur’an yang ada saat ini telah diselewengkan, dikurangi dan ditambah.
1366 H. Sebuah majalah Rafidhah dengan nama Birajmil Islam terbit dengan memuat syair-syair yang mengutamakan tanah karbala atas Mekkah Al-Mukarramah.
Ia karbala tanah membentang, thawaflah tujuh kali pada tempat kediamannya,
Tanah mekkah tak memiliki keistimewaan dibanding keistimewaannya,
Sebongkah tanah, meski hamparan gersang adanya,
Mendekat dan mengangguk-angguk bagian atasnya kepada bagian yang dibawahnya.
1389 H. Khomeini menulis buku Wilayatul faqih dan Al-Hukumah Al-Islamiyah. Sebagian kekafiran yang ada pada buku tersebut (Al-Hukumah Al-Islamiyah, hal. 35) : Khomeini berkata bahwa termasuk keyakinan pokok dalam madzhab kami adalah bahwa para imam kami memiliki posisi yang tidak dapat dicapai oleh para malaikat dan para Nabi sekalipun.
1399 H. Berdirinya pemerintahan Rafidhah di Iran yang didirikan oleh penghianat besar Khomeini setelah berhasil menumbangkan pemerintahan Syah di Iran. Ciri khas negara Syi’ah Iran ini adalah mengadakan demonstrasi dan tindakan anarkis atas nama revolusi Islam di tanah suci Mekah pada hari mulia yaitu musim haji pada setiap tahun.
1400 H. Khomeini menyampaikan pidatonya pada peringatan lahirnya Imam Mahdi fiktif mereka pada tanggal 15 sya’ban. Sebagian pidatonya berbunyi demikian : “Para Nabi diutus Allah untuk menanamkan prinsip keadilan di muka bumi tapi mereka tidak berhasil, bahkan Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diutus untuk memperbaiki kemanusiaan dan menanamkan prinsip keadilan tidak berhasil.. yang akan berhasil dalam misi itu dan menegakkan keadilan di muka bumi serta dapat meluruskan segala penyimpangan adalah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu….” Begitulah menurut Khomeini para Nabi telah gagal, termasuk Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam sementara revolusi kafirnya dianggapnya sebagai suatu keberhasilan dan keadilan.
1407 H. Jamaah haji iran mengadakan demonstari besar-besaran di kota Mekah pada hari jum’at di musim haji tahun 1407 H. Mereka melakukan tindakan perusakan di kota Mekah seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyang mereka kaum Al-Qaramithah, mereka membunuh beberapa orang aparat keamanan dan jamaah haji, merusak dan membakar toko, menghancurkan dan membakar mobil-mobil beserta mereka yang ada di dalamnya. Jumah korban saat itu mencapai 402 orang tewas, 85 dari mereka adalah aparat keamanan dan penduduk Saudi.
1408 H. Mu’tamar Islam yang diadakan oleh Liga Dunia Islam di Mekah mengumumkan fatwa bahwa Khomeini telah kafir.
1409 H. Pada musim haji tahun ini kaum Rafidhah meledakkan beberapa tempat di sekitar Masjidil Haram di kota Mekah. Mereka meledakkan bom itu tepat pada tanggal 7 Dzulhijjah dan mengakibatkan tewasnya seorang jamaah haji dari Pakistan dan melukai 16 orang lainnya serta mengakibatkan kerusakan materi yang begitu besar. 16 pelaku insiden itu berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1410 H.
1410 H. Khomeini meninggal dunia, semoga Allah memberinya balasan yang setimpal. Kaum Rafidhah membangun sebuah bangunan diatas kuburannya yang menyerupai ka’bah di Mekah, semoga Allah memerangi mereka.
Dan akan senantiasa terus berulang sejarah tentang peristiwa dan pengkhianatan mereka dengan tujuan menghancurkan islam dan melemahkan kita kaum muslimin.Bahkan sampai  sekarang pun orang orang syi'ah itu masih bekerja keras demi mencapai cita cita jahat mereka.
Mereka adalah kaum paling buruk,paling jahat, dan paling kejam..Mereka adalah kaum kafir,dan kaum pendusta.Mereka kaum yang selalu mengikuti hawa nafsu.

Pandangan Para Ulama Tentang Syi'ah





1.    Al-Imam ‘Amir asy-Sya’bi  berkata, “Aku tidak pernah melihat kaum yang lebih dungu dari Syi’ah.” (as-Sunnah, 2/549, karya Abdullah bin al-Imam Ahmad)

2.    Al-Imam Sufyan ats-Tsauri  ketika ditanya tentang seseorang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar, beliau berkata, “Ia telah kafir kepada Allah.” Kemudian ditanya, “Apakah kita menshalatinya (bila meninggal dunia)?” Beliau berkata, “Tidak, tiada kehormatan (baginya)….” (Siyar A’lamin Nubala, 7/253)


3.    Al-Imam Ahmad bin Hanbal  berkata, “Aku tidak melihat dia (orang yang mencela Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Aisyah) itu sebagai orang Islam.” (as-Sunnah, 1/493, karya al-Khallal)


4.    Al-Imam al-Bukhari  berkata, “Bagiku sama saja apakah aku shalat di belakang Jahmi (penganut Jahmiyah, red.) dan Rafidhi (penganut Syiah Rafidhah, red.), atau di belakang Yahudi dan Nashara (yakni sama-sama tidak boleh, red.). Mereka tidak boleh diberi salam, tidak dikunjungi ketika sakit, tidak dinikahkan, tidak dijadikan saksi, dan tidak dimakan sembelihan mereka.” (Khalqu Af’alil ‘Ibad, hlm. 125)


5.    Al-Imam Abu Zur’ah ar-Razi  berkata, “Jika engkau melihat orang yang mencela salah satu dari sahabat Rasulullah, maka ketahuilah bahwa ia seorang zindiq. Yang demikian itu karena Rasul bagi kita adalah haq dan Al-Qur’an haq, dan sesungguhnya yang menyampaikan Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah para sahabat Rasulullah. Sungguh mereka mencela para saksi kita (para sahabat) dengan tujuan untuk meniadakan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka (Rafidhah) lebih pantas untuk dicela dan mereka adalah zanadiqah (orang-orang zindiq).” (al-Kifayah, hlm. 49, karya al-Khathib al-Baghdadi). (islampos/sumber: assyariah]


6.Ibnu Katsir 


Ibnu Katsir berkata, dalam kaitannya dengan firman Allah surat Al Fath ayat 29, yang artinya :


“ Muhammad itu adalah Rasul (utusan Allah). Orang-orang yang bersama dengan dia (Mukminin) sangat keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang sesama mereka, engkau lihat mereka itu rukuk, sujud serta mengharapkan kurnia daripada Allah dan keridhaanNya. Tanda mereka itu adalah di muka mereka, karena bekas sujud. Itulah contoh (sifat) mereka dalam Taurat. Dan contoh mereka dalam Injil, ialah seperti tanaman yang mengeluarkan anaknya (yang kecil lemah), lalu bertambah kuat dan bertambah besar, lalu tegak lurus dengan batangnya, sehingga ia menakjubkan orang-orang yang menanamnya. (Begitu pula orang-orang Islam, pada mula-mulanya sedikit serta lemah, kemudian bertambah banyak dan kuat), supaya Allah memarahkan orang-orang kafir sebab mereka. Allah telah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar untuk orang-orang yang beriman dan beramal salih diantara mereka”.


Beliau berkata : Dari ayat ini, dalam satu riwayat dari Imam Malik, beliau mengambil kesimpulan bahwa golongan Rofidhoh (Syiah), yaitu orang-orang yang membenci para sahabat Nabi SAW, adalah Kafir.Beliau berkata : “Karena mereka ini membenci para sahabat, maka dia adalah Kafir berdasarkan ayat ini”. Pendapat tersebut disepakati oleh sejumlah Ulama. (Tafsir Ibin Katsir, 4-219)


7.ABDUL QODIR AL BAGHDADI


Beliau berkata : “Golongan Jarudiyah, Hisyamiyah, Jahmiyah dan Imamiyah (Mereka semua sekte Syi'ah -penj) adalah golongan yang mengikuti hawa nafsu yang telah mengkafirkan sahabat-sahabat terbaik Nabi, maka menurut kami mereka adalah kafir. Menurut kami mereka tidak boleh di sholatkan dan tidak sah berma’mum sholat di belakang mereka”.(Al Fargu Bainal Firaq, halaman 357)


8.IBNU HAZM


Beliau berkata : “Salah satu pendapat golongan Syiah Imamiyah, baik yang dahulu maupun sekarang ialah, bahwa Al-Qur'an sesungguhnya sudah diubah”.


Kemudian beliau berkata : ”Orang yang berpendapat bahwa Al-Qur'an yang ada ini telah diubah adalah benar-benar kafir dan mendustakan Rasulullah SAW”.(Al Fashl, 5-40)


9.AL QODHI IYADH


Beliau berkata : “Kita telah menetapkan kekafiran orang-orang Syiah yang telah berlebihan dalam keyakinan mereka, bahwa para Imam mereka lebih mulia dari pada para Nabi”.Beliau juga berkata : “Kami juga mengkafirkan siapa saja yang mengingkari Al-Qur'an, walaupun hanya satu huruf atau menyatakan ada ayat-ayat yang diubah atau ditambah di dalamnya, sebagaimana golongan Batiniyah (Syiah) dan Syiah Ismailiyah”.(Ar Risalah, halaman 325)


10.AL FAKHRUR ROZI


Ar Rozi menyebutkan, bahwa sahabat-sahabatnya dari golongan Asyairoh mengkafirkan golongan Rofidhoh (Syiah) karena tiga alasan :


Pertama: Karena mengkafirkan para pemuka kaum Muslimin (para sahabat Nabi). Setiap orang yang mengkafirkan seorang Muslimin, maka dia yang kafir. Dasarnya adalah sabda Nabi SAW, yang artinya : “Barangsiapa berkata kepada saudaranya, hai kafir, maka sesungguhnya salah seorang dari keduanya lebih patut sebagai orang kafir”.Dengan demikian mereka (golongan Syiah) otomatis menjadi kafir.


Kedua: “Mereka telah mengkafirkan satu umat (kaum) yang telah ditegaskan oleh Rasulullah sebagai orang-orang terpuji dan memperoleh kehormatan (para sahabat Nabi)”.Ketiga: Umat Islam telah Ijma’ menghukum kafir siapa saja yang mengkafirkan para tokoh dari kalangan sahabat. (Nihaayatul Uguul, Al Warogoh, halaman 212)


11.IBNU TAIMIYAH


Beliau berkata : “Barangsiapa beranggapan bahwa Al-Qur'an telah dikurangi ayat-ayatnya atau ada yang disembunyikan, atau beranggapan bahwa Al-Qur'an mempunyai penafsiran-penafsiran batin, maka gugurlah amal-amal kebaikannya. Dan tidak ada perselisihan pendapat tentang kekafiran orang semacam ini”


Barangsiapa beranggapan para sahabat Nabi itu murtad setelah wafatnya Rasulullah, kecuali tidak lebih dari sepuluh orang, atau mayoritas dari mereka sebagai orang fasik, maka tidak diragukan lagi, bahwa orang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan penegasan Al-Qur'an yang terdapat di dalam berbagai ayat mengenai keridhoan dan pujian Allah kepada mereka. Bahkan kekafiran orang semacam ini, adakah orang yang meragukannya? Sebab kekafiran orang semacam ini sudah jelas.... (Ash Sharim AL Maslul, halaman 586-587)


12.SYAH ABDUL AZIZ DAHLAWI


Sesudah mempelajari sampai tuntas mazhab Itsna Asyariyah (Salah Satu Madzab Syi'ah) dari sumber-sumber mereka yang terpercaya, beliau berkata : “Seseorang yang menyimak aqidah mereka yang busuk dan apa yang terkandung didalamnya, niscaya ia tahu bahwa mereka ini sama sekali tidak berhak sebagai orang Islam dan tampak jelaslah baginya kekafiran mereka”. (Mukhtashor At Tuhfah Al Itsna Asyariyah, halaman 300).


13.MUHAMMAD BIN ALI ASY SYAUKAN

IPerbuatan yang mereka (Syiah) lakukan mencakup empat dosa besar, masing-masing dari dosa besar ini merupakan kekafiran yang terang-terangan.Pertama : Menentang Allah.Kedua : Menentang RasulullahKetiga : Menentang Syariat Islam yang suci dan upaya mereka untuk melenyapkannya.Keempat : Mengkafirkan para sahabat yang diridhoi oleh Allah, yang didalam Al-Qur'an telah dijelaskan sifat-sifatnya, bahwa mereka orang yang paling keras kepada golongan Kuffar, Allah SWT menjadikan golongan Kuffar sangat benci kepada mereka. Allah meridhoi mereka dan disamping telah menjadi ketetapan hukum didalam syariat Islam yang suci, bahwa barangsiapa mengkafirkan seorang muslim, maka dia telah kafir, sebagaimana tersebut di dalam Bukhori, Muslim dan lain-lainnya. (Asy Syaukani, Natsrul Jauhar Ala Hadiitsi Abi Dzar, Al Warogoh, hal 15-16)

14.PARA ULAMA SEBELAH TIMUR SUNGAI JAIHUN


Al Alusi (seorang penulis tafsir) berkata : “Sebagian besar ulama disebelah timur sungai ini menyatakan kekafiran golongan Itsna Asyariyah dan menetapkan halalnya darah mereka, harta mereka dan menjadikan wanita mereka menjadi budak, sebab mereka ini mencela sahabat Nabi SAW, terutama Abu Bakar dan Umar, yang menjadi telinga dan mata Rasulullah SAW, mengingkari kekhilafahan Abu Bakar, menuduh Aisyah Ummul Mukminin berbuat zina, padahal Allah sendiri menyatakan kesuciannya, melebihkan Ali r.a. dari rasul-rasul Ulul Azmi. Sebagian mereka melebihkannya dari Rasulullah SAW dan mengingkari terpeliharanya Al-Qur'an dari kekurangan dan tambahan”. (Nahjus Salaamah, halaman 29-30).


15.Imam Syafi'i


percakapan Imam Asy Syafi’i dengan murid seniornya, Al Buwaithi:
البويطي يقول: سألت الشافعي: أصلي خلف الرافضي؟ قال: لا تصل خلف الرافضي، ولا القدري، ولا المرجئ. قلت: صفهم لنا. قال: من قال: الإيمان قول، فهو مرجئ، ومن قال: إن أبا بكر وعمر ليسا بإمامين، فهو رافضي، ومن جعل المشيئة إلى نفسه، فهو قدري
Albuwaithi: “Aku pernah bertanya kepada Imam Asy Syafi’i, apakah boleh aku shalat di belakang orang berpaham (syi’ah) rafidhah?”


Imam Asy Syafi’i menjawab: “Janganlah shalat di belakang orang yang berpaham Syi’ah Rafidhah, atau orang berpaham Qadariyah, atau orang berpaham Murji’ah!”.


Al Buwaithi mengatakan: “Sebutkanlah sifat mereka kepada kami!”


Imam Syafi’i menjawab: “Barangsiapa mengatakan bahwa iman itu perkataan saja, maka ia seorang Murji’ah. Barangsiapa mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar bukan imam, maka ia seorang Syiah Rafidhah. Barangsiapa menjadikan kehendak untuk dirinya, maka ia seorang Qadariyah”(Siyaru A’lamin Nubala, karya Imam Dzahabi 10/31)


Yunus bin Abdul A’la juga mengatakan:سمعت الشافعي إذا ذكر الرافضة عابهم أشد العيب, فيقول: شر عصابة

Aku pernah mendengar Imam Syafi’i, bila menyebut kelompok Syiah Rafidhah, beliau mencela mereka dengan celaan yang paling buruk, lalu beliau mengatakan: “mereka itu komplotan yang paling jahat!” (Manaqib Syafi’i, karya Imam Baihaqi 1/468)


Selasa, 19 Mei 2015

Doktrin Sesat Ajaran Syi'ah(14)Syi'ah menghina Nabi Muhammad


Berikut ini hinaan Imam dan pentolan syi'ah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam
1) Nabi Muhammad gagal memperbaiki tatanan hidup manusia
Perkataan Imam Khomeini sebagaimana yang dikutif dari Harian Ar-Ra’yul’am terbitan Kuwait edisi 30 Juni 1980 dan Majalah Al-Mujtama’ juga terbitan Kuwait edisi 8 Juli 1980. Pernyataan Khomeini disampaikan pada Peringatan Hari Kelahiran Al-Mahdi, 15 Sya’ban 1400 H. Katanya, “Semua Nabi diutus untuk menanamkan dasar-dasar keadilan di dunia ini, tetapi mereka tidak berhasil. Nabi Muhammad sendiri sebagai penutup para nabi yang datang untuk memperbaiki tatanan hidup umat manusia dan menegakkan keadilan, juga tidak berhasil.
2) Nabi Muhammad seorang penyihir
Jalaluddin Rakhmat pentolan syiah menghina dan menuduh Nabi Muhammad SAW dalam disertasinya yang sedang dia tulis. Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam disebut penyihir yang brilian.
“Ajaib, Muhammad adalah seorang yang cerdas dan seorang penyihir yang brilian. Ternyata dia tidak berhasil mengorganisasikan masyarakat sesudahnya, karena dia tidak meninggalkan siapa pemimpin masyarakat sesudahnya. Dia pergi begitu saja, tanpa meninggalkan siapa yang dia amanati untuk meneruskan memimpin masyarakat,” kata Jalal, menjelaskan tulisan dalam disertasinya.
3)Nabi Muhammad sumber perpecahan
“Dan telah menjadi kenyataan bahwa jika Nabi Muhammad SAW. Benar menyampaikan perintah mengenai imamah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. dan berupaya untuk hal itu niscaya tidak timbul semua perselisihan, pertentangan, peperangan di negara-negara Islam, dan tidak akan timbul dalam pokok agama maupun cabangnya.” (Kasful Asror halaman 55). Di sini Khumaini dengan tegas menuduh Nabi SAW adalah sumber perpecahan, pebedaan, pertentangan dan peperangan di kalangan umat Islam.
4) Nabi Muhammad mencumbu payudara anak perempuannya
"Dan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi mengusap-usapkan wajahnya diantara kedua payudara Fathimah disetiap siang dan malam, juga menciuminya dan berlezat-lezat ketika menciuminya. Atas dasar ini, ia (Fathimah) disebut Raihana diri Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi".
[At-Tabrizi Al-Anshari] dalam kitabnya اللمعة البيضاء [Al-Lum'atul Baidha'] halaman 235 )
5)Nabi Muhammad menyusu dari puting laki laki.
Dari Abi Abdullah berkata : Ketika Nabi dilahirkan, berhari-hari Nabi tidak minum susu, maka Abu Thalib sendiri yang menyusui Nabi dengan susunya. Allah menurunkan air susu lewat Abu Thalib sampai kemudian dilanjutkan oleh Halimah Sa’diyah. (Al Kaafi 1/373).
6)Kemaluan Nabi Muhammad Berada di Neraka
“Pastilah kemaluan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan masuk neraka. Sebab, beliau menggauli sejumlah wanita musyrik. Yang dimaksud adalah pernikahannya dengan AIsyah dan Hafshah.” (Kasyful Asrar, Al-Musawi (Lillahi Tsummah Li At-Tarikh), hal 24, yang dikutip dari salah satu ulama Syiah Imamiyyah Sayyid Ali Al-Gharawi, terbitan Maktabah Al-Furqan, Uni Emirat Arab)
7) Nabi Muhammad menyukai Mut'ah (kawin kontrak)
“Al-Amily telah menyebutkan dalam Rosailisy Syi’ah 21/10 dan al-Fadlu Asy Syaibany telah meriwayatkan sampai kepada Baqir ‘alaihis salam bahwa Abdullah bin Atho Al-Maky bertanya tentang firman Alloh (dan ketika berbicara secara rahasia kepada sebagian istrinya suatu peristiwa) maka beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menikah dengan seorang perempuan merdeka dengan mut’ah (berzina). Maka sebagian istri Nabi melihatnya maka mereka menuduh Nabi berbuat zina. Maka berkatalah Nabi bahwasannya itu adalah halal bagiku dan itu adalah nikah sampai waktu tertentu, maka sembunyikanlah oleh kalian!”
8) Syi'ah Menggambar Wajah Nabi Muhammad
Demikianlah ucapan Syi'ah yang katanya mencintai Ahlul Bait terhadap Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam..Kenyataannya,mereka justru menghina dan mencela Nabi Muhammad yang merupakan bapak dari Ahlul Bait.
Syi'ah memuliakan ahlul bait?
Syi'ah menghormati ahlul bait?
Syi'ah mencintai ahlul bait?
Itu omong kosong..Syi'ah telah mencoreng dan merusak nama baik keluarga Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam.
Abu bakar dan umar,mereka adalah mertua Rasulullah shalallahu alaihi wasalam,tapi di kafirkan oleh syi'ah
Utsman bin Affan,beliau adalah menantu Rasulullah sama seperti Ali Bin Abu Thalib,tapi dikafirkan pula oleh Syi'ah.
Saudah, Aisyah, Hafsah, Zainab, Ummu Salamah Merupakan istri-istri Nabi Muhammad,mereka adalah pakaian Nabi dan begitu juga Nabi adalah pakaian bagi mereka.Akan tetapi oleh syi'ah istri istri Nabi dikatakan kafir,pezina dan lebih najis dari Babi.
Menghina Sahabat Nabi dan menghina istri Nabi secara tidak langsung sama saja dengan menghina Beliau.Karena sahabat -sahabat dan istri-istri Nabi adalah orang yang dekat dengan Beliau.
Ataukah sebenarnya ini adalah salah satu cara orang syi'ah menjelekkan Nabi Muhammad dengan menghina orang yang dekat dengan Beliau?
Imam Malik berkata
إنما هؤلاءِ أقوامٌ أرادوا القدحَ في النبيِّ صلى الله عليه وسلم فلَمْ يُمكنهم ذلك , فقدَحُوا في أصحابه حتى يُقال : رجلُ سوءٍ ، ولو كانَ رجلاً صالحاً لكانَ أصحابهُ صالحين
"Sesungguhnya mereka adalah kaum yang ingin mencela Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, akan tetapi hal itu tidak memungkinkan mereka, maka merekapun mencela para sahabat Nabi, agar dikatakan : Muhammad adalah seorang lelaki yang buruk, kalau seandainya ia adalah seorang lelaki yang sholeh tentunya para sahabatnya juga kaum yang sholeh" (Risaalah fi sabb As-Shohaabah hal 47)

Barakallaha fiikum
Wallahu a'lam bish shawab

Doktrin Sesat Ajaran Syi'ah (13) Kesyirikan Ajaran Syi'ah


Berikut beberapa ajaran mengandum kesyirikan yang di yakini oleh orang orang syi'ah
1. Tanah Kuburan Husein karena di yakini Membawa Berkah
Dari ‘Ali bin Muhammad An-Naufaliy berkata, berkata kepada Abi Al-Hasan ‘alaihis salam : “Sesungguhnya aku berbuka puasa di harinya berbuka dengan tanah kuburan dan kurma (bagaimana menurut anda) ?” Beliau menjawab “engkau telah menggabungkan antara berkah dan Sunnah” (Terdapat juga di : Al-Faqih 2/174, Al-Kafi 4/170,Al-Wasail 5/114, Al-Wafi 5/192,Jami’ Ahadits Asy-Syi’ah 6/247)
Fiqh Ar-Ridha : “Seutama-utamanya sesuatu untuk dimakan tatkala berbuka puasa adalah tanah dari kuburan Husain ‘alaihis salam” (Terdapat juga di Al-Mustadrak 1/429, Jami’ Ahadits Asy-Syi’ah 6/248)
2.Taat kepada Ali lebih penting dari pada taat kepada Allah.
Dalam mukadimah tafsir Al Burhan tercantum : bahwa Allah berfirman Ali bin Abi Tholib adalah hujjahKu di atas ciptaan-Ku. Saya tidak akan memasukkannya ke neraka siapa yang memberikan haknya walau dia mendurhakai-Ku dan tidak akan saya masukkan surga orang yang mengingkarinya walau ia taat pada-Ku (Al Burhan hal 23).
3. Fatimah adalah Tuhan yang berwujud seorang wanita
Amiril Mu’minin berkata : “Fatimah bukan wanita biasa melainkan seorang wanita titisan Tuhan. Tapi dia memiliki sifat manusia seutuhnya. Ia adalah Wanita dari kerajaan besar yang menampakkan diri dengan wujud manusia bahkan dia adalah eksistensi tuhan yang berwujud seorang perempuan. (Al Wasilah ilallah karangan Ibrahim Al Ansari hal-7)
4. Meminta pertolongan kepada para Nabi dan Malaikat dalam sholat.
Ucapkan pada akhir sujudmu, “Ya Jibril, Ya Muhammad (diulang-ulang)!! berikan saya kecukupan, sesungguhnya kalian berdua yang memberikan kecukupan dan jagalah saya dengan izin Allah karena kalian berdua menjaga saya” (Al kafi 2/406).
5. Meminta perlindungan kepada makhluk dan berbuat dengan nama makhluk.
Riwayat Al Kulaini. Dari Abi Abdillah ia berkata, Aku berlindung pada Rasulullah dari kejelekan dan kebaikan yang kamu ciptakan. (Al Kafi 2/391).
Dari Ali Jafar ia berkata : Bila seseorang sedang sakit maka ucapkanlah (dengan nama Allah, dengan Allah, dengan utusan Allah). (Al Kafi 2/412).
6.Menurut Syi'ah Ali bin Abi Thalib dan Para Imam Syi'ah Mengetahui Hal yang Ghaib
Amirul Mukminin ‘Ali bin Abî Thâlib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang gaib (Ushûlul Kâfi hlm. 84).
Para imam mengetahui apa pun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal gaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushûlul Kâfi hlm. 193).
7.Menurut Syi'ah Ali Bin Abi Thalib adalah dzat yang pertama dan terakhir?
Ali bin Abî Thâlib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang zhahir dan yang batin sebagaimana termaktub dalam (Rijâlul Kashi hlm. 138).
8. Dunia ini Milik Imam Syi'ah
Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah.Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendakinya (al-Kulainî, Ushûlul Kâfi, hlm. 259, cet. India).
9.Ada Hal yang Tidak Diketahui Allah Ta'ala
.Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi, para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushûlul Kâfi hlm. 40). Menurut al-Kulainî, Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin ‘Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu, karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi, imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu, menurut doktrin Syi’ah, Allah bersifat bada’ (Ushûlul Kâfi hlm. 232).
Syirik adalah itikad ataupun perbuatan yang menyamakan sesuatu selain Allah dan disandarkan pada Allah .Syirik merupakan dosa yang sangat besar dan pelakunya tidak akan diampuni kecuali dengan bertaubat sebelum ajalnya.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar"
—Firman Allah, QS. An-Nisa: 48
Orang yang berbuat syirik Tempatnya di Neraka
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, Tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun"
—Firman Allah, QS. Al-Maidah: 72
Perbuatan syirik Menghapus pahala
"Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan"
—Firman Allah, QS. Al-An'am: 88
Lawan dari syirik adalah tauhid,yaitu menyatakan keesaan Allah. Dalam pengamalannya ketauhidan dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim.
Dalam hal ini syi'ah mengingkari dan tidak meyakini ajaran Tauhid.Berikut ini penjelasan pengingkaran syi'ah terhadap Tauhid sekaligus bukti bahwa ajaran syi'ah adalah ajaran yang mengandum kesyirikan
> pertama, Mereka meyakini bahwa tanah kuburan Husein mampu memberi berkah,dan mereka menyatakan bahwa dunia dan seisinya ini adalah milik Imam Syi'ah dimana mereka punya wewenang memberikannya dan mencabutnya dari seseorang sesuka hatinya.(lihat poin ke 1 dan 8)
.Ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap salah satu ajaran Tauhid yaitu Tauhid Rububiyah.Tauhid Rububiyah itu sendiri artinya kita meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta.Tapi Syi'ah tidak meyakini hal tersebut,Mereka berpendapat bahwa ada yang lain,yang mampu memberi berkah dan musibah selain Allah.
>> Kedua,Orang Syi'ah menyatakan bahwa taat kepada khalifah Ali lebih utama daripada taat kepada Allah.Maksudnya selama mereka taat kepada Ali maka mereka akan masuk kedalam syurga walaupun mereka durhaka kepada Allah Ta'ala.Mereka juga memyatakan bahwa Fatimah adalah tuhan berwujud wanita.Apabila sedang berdoa ,syi'ah berdoa dengan menyebut nama Imam Imam mereka karena meyakini kedua belas imam mereka juga mempunyai kuasa seperti Allah Ta'ala.(lihat poin ke 2,3,4,5)
Doktrin mereka ini merupakan pengingkaran mereka terhadap Tauhid Uluhiyah,yaitu
Keyakinan bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya.
"Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan demikian).Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana. ('Al 'Imran 3:18)
Ajaran Tauhid Uluhiyah adalah kita Mengesakan Allah dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti salat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya.Inilah aplikasi dari keyakinan terhadap tauhid Uluhiyah.
>>> Ketiga, Menurut Syi'ah khalifah Ali dan Imam Imam mereka mengetahui hal yang ghaib,sedang Allah Ta'ala bersifat Ba'da,maksudnya ada hal-hal ghaib yang tidak diketahui Allah.Mereka juga meyakini bahwa khalifah Ali adalah dzat yang awal dan yang akhir.(lihat poin ke 6,7,9)
Ajaran ini merupakan pengingkaran terhadap salah satu ajaran tauhid yaitu asma wa sifat.
Asma wa sifat yaitu meyakini bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (asma'ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya. Umat Islam mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah.Dalam Asmaul Husna terdapat kekuatan dan kebesaran Allah yang hanya dimiliki Allah Ta'ala saja.
Allah adalah Al -Khabir (Maha Mengetahui),mustahil ada hal yang tidak diketahui Allah Ta'ala.
وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
“Dan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am: 18)
Dan Allah adalah Yang Awal dan Yang Akhir ( Al-Awwal dan Al-Akhiru) sehingga mustahil ada yang lebih dulu ada sebelum Allah Ta'ala dan mustahil juga ada yang kekal ketika dunia dan seisinya binasa selain Allah. .
«هُوَ الْأَوَّلُ وَ الاَخِرُ وَ الظَّاهِرُ وَ الْبَاطِنُ وَ هُوَ بِکلُِّ شىَْءٍ عَلِیمٌ».
“Dia-lah Yang Maha Awal dan Yang Maha Akhir, Yang Maha Lahir dan Yang Maha Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs al-Hadid [57]:3)
Tidak ada makhluk di dunia ini yang mempunyai kuasa dan keagungan serperti Allah Ta'ala.Allah Ta'ala menjelaskan di dalam surat Asy Syura [42]: 11 dengan tegas:
“Tidak ada sesuatu apa pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Kesimpulannya doktrin dalam ajaran syi'ah banyak yang mengandum kesyirikan.Sebenarnya masih banyak contoh kesyirikan-kesyirikan syi'ah yang lain yang tidak saya sebutkan,akan tetapi insyaallah ini sudah menjadi bukti yang cukup bahwa syi'ah adalah agama orang musyrik bahkan kafir karena ajaran mereka tidak mengesakan Allah Ta'ala.Malah mereka mengada ngadakan tandingan bagi Allah Azza Wa Jalla.
Janganlah kita ragu menvonis syirik atau kafir ajaran syi'ah setelah jelas bagi kita.Karena status orang yang menolak mengkafirkan orang yang jelas jelas kafir dan menolak mengatakan syirik orang yang jelas jelas berbuat syirik,minimal status orang itu adalah fasiq.
Syaikh MuhammadIbnuAbdil Wahhab rahimahullahberkata:
“Siapa yang membela-bela mereka (para thaghut dan para pelaku syirik) atau mengingkari kepada yang mengkafirkannya atau dia mengklaim bahwa perbuatan mereka ini meskipun bathil, maka itu tidak mengeluarkan mereka kepada kekafiran, maka status minimal orang yang membela-bela ini adalah fasiq yang mana tulisan dan kesaksiannya tidak diterima dan tidak boleh shalat bermakmum di belakangnya”. (Ad Durar: 10/53)
Sedang Status paling beratnya adalah kafir.Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.
Barakalla fiikum
Wallahu a'lam bish shawab.

Doktrin Sesat Ajaran Syi'ah (12)Penyimpangan Seksual Syi'ah


Menurut syi'ah,boleh berhubungan badan dengan hewan..
"Seorang pria bisa berhubungan seks dengan binatang seperti domba,sapi,unta dan sebagainya.Namun ,ia harus membunuh binatang itu setelah dia orgasme.Dia tidak harus menjual daging kepada orang-orang di desa sendiri,tetapi menjual daging ke desa tetangga adalah wajar." (Tahrirolvasyleh,Jilid 4)
Boleh menyodomi anak bayi
"Seorang pria dapat memiliki kenikmatan seksual dari seorang anak semuda bayi.Namun,ia tidak harus menembus vaginanya,tapi sodomi anak dapat diterima.Jika seorang pria menembus dan merusak anak itu,dia harua bertanggung jawab untuk subsisten seumur hidupnya." (Tahrirolvasyleh,jilid 4.Qom,Iran,1990)
Bolehnya menyodomi istri (menyetubuhi lewat dubur)
– Disebutkan dalam buku Al-Istibshar yang diriwayatkan dari Ali bin Al-Hakam, ia berkata, “Saya pernah mendengar Shafwan berkata” saya berkata kepada Ar-Ridha, “Seorang budak memperintah saya untuk bertanya kepadamu tentang suatu masalah yang mana ia malu menanyakan langsung kepadamu”, maka ia berkata, “Apa masalah itu?”, ia menjawab, “Bolehkah seorang laki-laki menyetubuhi istrinya dari duburnya”, maka ia menjawab, “Ya, boleh baginya”.
– Dalam kitab Tahrirul Wasilah hal 241- masalah ke 11. Khumaini berkata : “pendapat yang kuat dan terkenal adalah diperbolehkan menyetubuhi istrinya lewat lubang belakang walaupun hal itu sangat dibenci”
Boleh Kawin Dengan Sejenis (Homoseksual)
Imam Ja’far ash-Shadiq -‘alaihi salam-, jika datang seorang laki-laki yang sering bepergian, sementara dia tidak bisa ditemani oleh isterinya serta tidak bisa melakukan nikah mut’ah di suatu negeri yang dia pergi kepadanya, sehingga dia merasakan penderitaan sebagaimana yang kamu rasakan, maka Abu Abdillah -’alaihi salam- berkata kepadanya, ‘Jika perjalanmu berlangsung lama, maka kawinilah laki-laki.’ (Al-Marja'u Assabiq hal 50)
Entah apa yang ada dalam pikiran Syi'ah.Ajaran semacam ini jelas merupakan sesuatu yang menyimpang dan keluar dari kodrat manusia.Didasarkan pada rasio (akal) pun tidak dapat diterima.Berhubungan dengan badan dengan hewan,menyodomi bayi,dan istri serta praktek homoseksual.
Perbuatan semacam itu dilarang dan diharamkan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya :
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barangsiapa mencari yang dibalik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. [al Maarij : 29-31]
Dalam firman tersebut Allah Ta'ala melarang dan mengharamkan umat-Nya melampiaskan hawa nafsunya selain kepada 2 orang yaitu istri dan budak.Sedang melampiaskan nafsu kepada hewan dan anak yang masih bayi itu diluar apa yang disyariatkan Allah Ta'ala sehingga haram hukumnya.
Bergitu juga dengan menyodomi (berhubungan badan lewat dubur),ini juga di larang dalam ajaran islam.
Allah Ta'ala berfirman,
وَيَسْئَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَآءَ فِي الْمَحِيضِ وَلاَتَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ {222} نِسَآؤُكُمْ حَرْثُ لَّكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ {223}
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran (najis).” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Qs. Al-Baqarah: 222-223)
Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan wajibnya menjauhi perempuan yang sedang haid, sampai mereka bersih dari haidnya. Hal ini menunjukkan bahwa menyetubuhi mereka yang sedang haid atau nifas adalah haram. Jika mereka telah suci dengan cara mandi, maka dibolehkan bagi suaminya untuk mendatanginya sesuai dengan cara yang telah Allah subhanahu wa ta’ala tetapkan, yaitu menyetubuhinya pada kemaluan yang merupakan tempat bercocok tanam. Adapun dubur, adalah bukan tempat bercocok tanam tapi tempat membuang kotoran.
Dan juga orang yang melakukan homoseksual atau lesbian,ini juga diharamkan, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengisahkan tentang kaum nabi Luth ‘alaihi wa sallam:
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَاسَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya kalian melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh satu orangpun sebelum kalian di alam ini.” (Qs. Al-‘Ankabut: 28)
“Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas” [Al-A'raf : 81].
Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)
Juga dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda bahwa Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya. [HR Tirmidzi : 1166, Nasa’i : 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. Keterangan : hadits ini mencakup pula wanita kepada wanita].
Barakallaha fiikum
Wallahu a'lam bish shawab.

Doktrin Sesat Ajaran Syi'ah (11) Penyelewengan Terhadap Al-Qur'an


Diantara contoh kedustaan dan penyelewengan mereka terhadap mushaf Alqur’an
1. Dalam Surat al-Baqarah/2: 257.
وَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ
“Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan….”.
Namun dalam Alquran palsu mereka,
وَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِوِلاَيَةِ عَلِيّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ
“Dan orang-orang yang kafir terhadap kepemimpinan Ali bin Abi Thalib itu, pelindung-pelindung mereka adalah setan….”.
2. Dalam Surat al-Lail/92: 12-13.
إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَى وَ إِنَّ لَنَا لَلآخِرَةَ وَ الأُولَى
“Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia”.
Namun dalam Alqur’an palsu mereka,
إِنَّ عَلِيًّا لَلْهُدَى وَ إِنَّ لَهُ لَلآخِرَةَ وَ الأُولَى
“Sesungguhnya Ali benar-benar sebuah petunjuk dan kepunyaan dialah akhirat dan dunia”.
3. Dalam Surat al-Insyirah/94: 7.
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
“Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”.
Sedangkan dalam Alqur’an palsu mereka,
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ عَلِيًّا لِلْوِلاَيَةِ
“Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari suatu urusan), maka berilah Ali kepemimpinan kepada Ali”.
Bahkan sebelum ayat ini ada tambahan,
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ بِعَلِيٍّ صِهْرِكَ
“Dan Kami angkat penyebutanmu (Muhammad) dengan Ali sang menantumu”.
4.Dalam Surat Ash-Shaffat Ayat 24 menurut mereka (Syi'ah) seharusnya berbunyi
وقفوهم إنهم مسئولون في ولاية علي
Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian), karena sesungguhnya mereka akan ditanya BERKENAAN WILAYAH 'ALI.
5.Surat An-Nisa Ayat 54 menurut mereka seharusnya adalah :
أم يحسدون الناس على ما أتاهم الله من فضله فقد آتينا آل ابراهيم وآل محمد الكتاب والحكمة وآتيناهم ملكا عظيما
ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim DAN KELUARGA MUHAMMAD, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
6.Dalam Surat Az-Zukhruf Ayat 41 menurut mereka seharusnya berbunyi
فإما نذهبن بك فإنا منهم منتقمون بعلي بن أبي طالب
Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat) DENGAN 'ALI BIN ABI THALIB.
7.Dalam Surat Thaha Ayat 115 menurut mereka seharusnya :
ولقد عهدنا إلى آدم من قبل كلمات في محمد وعلي وفاطمة والحسن والحسين والتسعة من ذرية الحسين فنسي ولم نجد له عزما
"Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu BEBERAPA KALIMAT MENGENAI MUHAMMAD, 'ALI, FATHIMAH, AL-HASAN, AL-HUSAIN, DAN SEMBILAN DARI KETURUNAN AL-HUSAIN, maka ia lupa (akan perintah itu) dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat"
8.Lalu dalam Surat An-Najm Ayat 10 menurut mereka seharusnya :
فأوحى إلى عبده في علي ليلة المعراج ما أوحى
Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) MENGENAI 'ALI PADA MALAM MI'RAJ apa yang telah Allah wahyukan.
9.Dalam Ayat Kursi menurut mereka seharusnya :
الله لا إله إلا هو الحي القيوم لا تأخذه سنة ولا نوم له ما في السموات وما في الأرض وما تحت الثرى، عالم الغيب والشهادة هو الرحمن الرحيم من ذا الذي يشفع عنده
Allaahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuum , Laa Ta-khudzuhuu Sinatuw-walaa naum. Lahuu Maa Fis-Samaawaati Wa Maa Fil Ardh Wa Maa Baynahumaa Wa Maa Tahta Ats-Tsaraa , 'Aalim Al-Ghaybi Wa Asy-Syahaadah, Ar-Rahmaan Ar-Rahiim..
10.Surat Al-Ahzab Ayat 25 menurut mereka seharusnya :
وكفى الله المؤمنين القتال بعلي بن أبي طالب وكان الله قويا عزيزا
"Dan Allah menghindarkan orang-orang Mu'min dari peperangan DENGAN 'ALI BIN ABI THALIB. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa"
11.Lalu berlanjut kepada keyakinan mereka mengenai Surat Al-Wilayah, begini bunyinya :
بسم الله الرحمن الرحيم ياأيها الذين آمنوا بالنبي والولي الذين بعثناهما يهديانكم إلى صراط مستقيم نبي وولي بعضهما من بعض، وأنا العليم الخبير، إن الذين يوفون بعهد الله لهم جنات النعيم، فالذين إذا تليت عليهم آياتنا كانوا بآياتنا مكذبين، إن لهم في جهنم مقام عظيم، نودي لهم يوم القيامة أين الضالون المكذبون للمرسلين، ما خلفهم المرسلين إلا بالحق، وما كان الله لينظرهم إلى أجل قريب فسبح بحمد ربك وعلي من الشاهدين
Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim. Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah engkau dengan seorang nabi dan wali yang telah Kami utus guna menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Seorang Nabi dan wali sebagian mereka dan sebagian lainnya adalah sama, sedangkan Aku adalah Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Mengenal. Sesungguhnya orang-orang yang memenuhi janji Allah, mereka akan mendapatkan surga yang penuh dengan kenikmatan. Sedangkan orang-orang yang bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka mendustakan ayat-ayat Kami, sesungguhnya mereka akan mendapatkan kedudukan yang besar dalam neraka Jahanam. Bila diseru kepada mereka: Manakah orang-orang yang berbuat lalim lagi mendustakan para rasul: apa yang menjadikan mereka menyelisihi para rasul?? melainkan dengan kebenaran, dan tidaklah Allah akan menampakkan mereka hingga waktu yang dekat. Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sedangkan Ali termasuk para saksi.
Sedang Dalam hal penafsiran,berikut beberapa tafsir Al-Qur'an ala Syi'ah
1.“Maka perangilah pemimpinpeminpin orang-orang kafir itu.” (at- Taubah: 12)
Mereka tafsirkan, Thalhah dan Zubair.
2.."Dan (begitu pula) pohon yang terlaknat dalam al-Quran.” (al-Isra’: 60)
Mereka katakan, maksudnya adalah Bani Umayyah.
3..“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.” (al-Baqarah: 67)
Kata mereka, maksudnya adalah ‘Aisyah.
4.. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalanmu.” (az- Zumar: 65)
Kata mereka, maksudnya ialah mempersekutukan antara Abu Bakr dan Ali dalam hal kekuasaan. (Lihat Minhajus Sunnah an- Nabawiyyah, Ibnu Taimiyah; Riyadhul Jannah, Muqbil al-Wadi’i; Mauqif Ahlis Sunnah wa Syiah, Muhammad bin Abdirahman bin Qasim)
Kaum syi'ah Mengurangi,menambahi dan mengubah Ayat ayat dalam Al-Qur'an.Ini merupakan kejahatan yang sangat besar.
Allah SWT berfirman
"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh Keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. "(QS 2:79)
Selain itu,Syi'ah ngawur dalam menafsirkan Al-Qur'an.Mereka Cenderung mengedepankan akal dan hawa nafsu serta tidak menggunakan metode yang benar dalam menafsirkan Al-Qur'an
Adalah.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,beliau menjelaskan metode penafsiran yang benar,Beliau berkata:
“ayat al-Quran ditafsirkan oleh ayat lain pada tempat lain, karena terkadang ayat al-Quran saling menafsirkan satu sama lainnya. Apa bila tidak ditemukan ayat lain yang menafsirkannya maka carilah tafsirnya pada hadits Nabi. Dan apa bila tidak ditemukan tafsirnya pada hadits Nabi maka carilah tafsirnya pada perkataan para sahabat, karena mereka belajar langsung tafsirnya pada Nabi dan al-Quran diturunkan di tengah-tengah mereka, mereka menyaksikan langsung diturunkannya al-Quran. Dan apa bila tidak dijumpai tafsirnya pada perkataan para sahabat maka tafsirkanlah dengan penafsiran para tabi’in karena mereka belajar langsung kepada para sahabat” (Majmu Fatawa)
Allah dan Rasulullah melarang penafsirkan agama dengan akal .Sebagaimana dalam firman-Nya :
Allah berfirman:
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
“janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya” (al-Isra: 36)
Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda,
“barang siapa yang menafsirkan al-Qur’an menurut pendapatnya sendiri, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya dari api neraka” (HR. Muslim)
Barakallaha fiikum
Wallahu a'lam bish shawab