Berikut beberapa ajaran mengandum kesyirikan yang di yakini oleh orang orang syi'ah
1. Tanah Kuburan Husein karena di yakini Membawa Berkah
Dari ‘Ali bin Muhammad An-Naufaliy berkata, berkata kepada Abi Al-Hasan ‘alaihis salam : “Sesungguhnya aku berbuka puasa di harinya berbuka dengan tanah kuburan dan kurma (bagaimana menurut anda) ?” Beliau menjawab “engkau telah menggabungkan antara berkah dan Sunnah” (Terdapat juga di : Al-Faqih 2/174, Al-Kafi 4/170,Al-Wasail 5/114, Al-Wafi 5/192,Jami’ Ahadits Asy-Syi’ah 6/247)
Fiqh Ar-Ridha : “Seutama-utamanya sesuatu untuk dimakan tatkala berbuka puasa adalah tanah dari kuburan Husain ‘alaihis salam” (Terdapat juga di Al-Mustadrak 1/429, Jami’ Ahadits Asy-Syi’ah 6/248)
2.Taat kepada Ali lebih penting dari pada taat kepada Allah.
Dalam mukadimah tafsir Al Burhan tercantum : bahwa Allah berfirman Ali bin Abi Tholib adalah hujjahKu di atas ciptaan-Ku. Saya tidak akan memasukkannya ke neraka siapa yang memberikan haknya walau dia mendurhakai-Ku dan tidak akan saya masukkan surga orang yang mengingkarinya walau ia taat pada-Ku (Al Burhan hal 23).
3. Fatimah adalah Tuhan yang berwujud seorang wanita
Amiril Mu’minin berkata : “Fatimah bukan wanita biasa melainkan seorang wanita titisan Tuhan. Tapi dia memiliki sifat manusia seutuhnya. Ia adalah Wanita dari kerajaan besar yang menampakkan diri dengan wujud manusia bahkan dia adalah eksistensi tuhan yang berwujud seorang perempuan. (Al Wasilah ilallah karangan Ibrahim Al Ansari hal-7)
4. Meminta pertolongan kepada para Nabi dan Malaikat dalam sholat.
Ucapkan pada akhir sujudmu, “Ya Jibril, Ya Muhammad (diulang-ulang)!! berikan saya kecukupan, sesungguhnya kalian berdua yang memberikan kecukupan dan jagalah saya dengan izin Allah karena kalian berdua menjaga saya” (Al kafi 2/406).
5. Meminta perlindungan kepada makhluk dan berbuat dengan nama makhluk.
Riwayat Al Kulaini. Dari Abi Abdillah ia berkata, Aku berlindung pada Rasulullah dari kejelekan dan kebaikan yang kamu ciptakan. (Al Kafi 2/391).
Dari Ali Jafar ia berkata : Bila seseorang sedang sakit maka ucapkanlah (dengan nama Allah, dengan Allah, dengan utusan Allah). (Al Kafi 2/412).
6.Menurut Syi'ah Ali bin Abi Thalib dan Para Imam Syi'ah Mengetahui Hal yang Ghaib
Amirul Mukminin ‘Ali bin Abî Thâlib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang gaib (Ushûlul Kâfi hlm. 84).
Para imam mengetahui apa pun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal gaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushûlul Kâfi hlm. 193).
7.Menurut Syi'ah Ali Bin Abi Thalib adalah dzat yang pertama dan terakhir?
Ali bin Abî Thâlib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang zhahir dan yang batin sebagaimana termaktub dalam (Rijâlul Kashi hlm. 138).
8. Dunia ini Milik Imam Syi'ah
Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah.Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendakinya (al-Kulainî, Ushûlul Kâfi, hlm. 259, cet. India).
9.Ada Hal yang Tidak Diketahui Allah Ta'ala
.Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi, para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushûlul Kâfi hlm. 40). Menurut al-Kulainî, Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin ‘Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu, karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi, imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu, menurut doktrin Syi’ah, Allah bersifat bada’ (Ushûlul Kâfi hlm. 232).
Syirik adalah itikad ataupun perbuatan yang menyamakan sesuatu selain Allah dan disandarkan pada Allah .Syirik merupakan dosa yang sangat besar dan pelakunya tidak akan diampuni kecuali dengan bertaubat sebelum ajalnya.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar"
—Firman Allah, QS. An-Nisa: 48
—Firman Allah, QS. An-Nisa: 48
Orang yang berbuat syirik Tempatnya di Neraka
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, Tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun"
—Firman Allah, QS. Al-Maidah: 72
—Firman Allah, QS. Al-Maidah: 72
Perbuatan syirik Menghapus pahala
"Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan"
—Firman Allah, QS. Al-An'am: 88
—Firman Allah, QS. Al-An'am: 88
Lawan dari syirik adalah tauhid,yaitu menyatakan keesaan Allah. Dalam pengamalannya ketauhidan dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim.
Dalam hal ini syi'ah mengingkari dan tidak meyakini ajaran Tauhid.Berikut ini penjelasan pengingkaran syi'ah terhadap Tauhid sekaligus bukti bahwa ajaran syi'ah adalah ajaran yang mengandum kesyirikan
> pertama, Mereka meyakini bahwa tanah kuburan Husein mampu memberi berkah,dan mereka menyatakan bahwa dunia dan seisinya ini adalah milik Imam Syi'ah dimana mereka punya wewenang memberikannya dan mencabutnya dari seseorang sesuka hatinya.(lihat poin ke 1 dan 8)
.Ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap salah satu ajaran Tauhid yaitu Tauhid Rububiyah.Tauhid Rububiyah itu sendiri artinya kita meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta.Tapi Syi'ah tidak meyakini hal tersebut,Mereka berpendapat bahwa ada yang lain,yang mampu memberi berkah dan musibah selain Allah.
>> Kedua,Orang Syi'ah menyatakan bahwa taat kepada khalifah Ali lebih utama daripada taat kepada Allah.Maksudnya selama mereka taat kepada Ali maka mereka akan masuk kedalam syurga walaupun mereka durhaka kepada Allah Ta'ala.Mereka juga memyatakan bahwa Fatimah adalah tuhan berwujud wanita.Apabila sedang berdoa ,syi'ah berdoa dengan menyebut nama Imam Imam mereka karena meyakini kedua belas imam mereka juga mempunyai kuasa seperti Allah Ta'ala.(lihat poin ke 2,3,4,5)
Doktrin mereka ini merupakan pengingkaran mereka terhadap Tauhid Uluhiyah,yaitu
Keyakinan bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya.
Keyakinan bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya.
"Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan demikian).Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana. ('Al 'Imran 3:18)
Ajaran Tauhid Uluhiyah adalah kita Mengesakan Allah dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti salat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya.Inilah aplikasi dari keyakinan terhadap tauhid Uluhiyah.
>>> Ketiga, Menurut Syi'ah khalifah Ali dan Imam Imam mereka mengetahui hal yang ghaib,sedang Allah Ta'ala bersifat Ba'da,maksudnya ada hal-hal ghaib yang tidak diketahui Allah.Mereka juga meyakini bahwa khalifah Ali adalah dzat yang awal dan yang akhir.(lihat poin ke 6,7,9)
Ajaran ini merupakan pengingkaran terhadap salah satu ajaran tauhid yaitu asma wa sifat.
Asma wa sifat yaitu meyakini bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (asma'ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya. Umat Islam mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah.Dalam Asmaul Husna terdapat kekuatan dan kebesaran Allah yang hanya dimiliki Allah Ta'ala saja.
Allah adalah Al -Khabir (Maha Mengetahui),mustahil ada hal yang tidak diketahui Allah Ta'ala.
وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
“Dan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am: 18)
Dan Allah adalah Yang Awal dan Yang Akhir ( Al-Awwal dan Al-Akhiru) sehingga mustahil ada yang lebih dulu ada sebelum Allah Ta'ala dan mustahil juga ada yang kekal ketika dunia dan seisinya binasa selain Allah. .
«هُوَ الْأَوَّلُ وَ الاَخِرُ وَ الظَّاهِرُ وَ الْبَاطِنُ وَ هُوَ بِکلُِّ شىَْءٍ عَلِیمٌ».
“Dia-lah Yang Maha Awal dan Yang Maha Akhir, Yang Maha Lahir dan Yang Maha Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs al-Hadid [57]:3)
Tidak ada makhluk di dunia ini yang mempunyai kuasa dan keagungan serperti Allah Ta'ala.Allah Ta'ala menjelaskan di dalam surat Asy Syura [42]: 11 dengan tegas:
“Tidak ada sesuatu apa pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Kesimpulannya doktrin dalam ajaran syi'ah banyak yang mengandum kesyirikan.Sebenarnya masih banyak contoh kesyirikan-kesyirikan syi'ah yang lain yang tidak saya sebutkan,akan tetapi insyaallah ini sudah menjadi bukti yang cukup bahwa syi'ah adalah agama orang musyrik bahkan kafir karena ajaran mereka tidak mengesakan Allah Ta'ala.Malah mereka mengada ngadakan tandingan bagi Allah Azza Wa Jalla.
Janganlah kita ragu menvonis syirik atau kafir ajaran syi'ah setelah jelas bagi kita.Karena status orang yang menolak mengkafirkan orang yang jelas jelas kafir dan menolak mengatakan syirik orang yang jelas jelas berbuat syirik,minimal status orang itu adalah fasiq.
Syaikh MuhammadIbnuAbdil Wahhab rahimahullahberkata:
“Siapa yang membela-bela mereka (para thaghut dan para pelaku syirik) atau mengingkari kepada yang mengkafirkannya atau dia mengklaim bahwa perbuatan mereka ini meskipun bathil, maka itu tidak mengeluarkan mereka kepada kekafiran, maka status minimal orang yang membela-bela ini adalah fasiq yang mana tulisan dan kesaksiannya tidak diterima dan tidak boleh shalat bermakmum di belakangnya”. (Ad Durar: 10/53)
Sedang Status paling beratnya adalah kafir.Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.
Barakalla fiikum
Wallahu a'lam bish shawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar