Jumat, 17 April 2015

Doktrin Sesat Ajaran Syi'ah (9) Orang Diluar Syi'ah adalah Kafir



Yusuf al-Bahrani, dalam al-Hadaa-iq al-Nadhirah fi Ahkaam al-‘Ithrah al-Thaahirah, hal. 136

 “Orang yang menyelisihi (Syi’ah), hakikatnya bukan orang Islam. Dan sesungguhnya orang yang menyelisihi (Syi'ah) sebenarnya adalah kafir.” Ia tidak membedakan antara kufur kepada Allah dan kufur kepada para imam, dengan alasan bahwa imamah termasuk masalah ushuluddien (pokok agama) berdasarkan nash ayat dan hadits yang sangat jelas. Di antaranya pernyataannya,
“: engkau telah mengetahui bahwa orang yang menyelisihi (Syi'ah) adalah kafir, tidak memiliki bagian dalam Islam dari berbagai sisinya, sebagaimana telah kami pastikan dalam kitab kami al-Syihab al-Syaqib.”
Al-Maaqami, dalam Tanqih al-Maqaal fii ‘Ilmi al-Rijal, pada faidah yang ke-20, hal. 208, menukil dari al-Muhaqqiq al-Bahrani dan dari riwayat-riwayat yang banyak bahwa orang yang bukan Syi'ah Istna ‘Asyariyah adalah kafir dan musyrk.
Syaikh Husain bin Ali ‘Ushfur al-Dararial-Bahrani dalam kitabnya, al-Mahasin al-Nafsaniyyah fii Ajwibah al-Masaa-il al-Khurasaaniyyah, hal. 17: Orang-orang Syi’ah menggelari orang-orang Sunni atau Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan al-Naashibah. Menurut keyakinan Syi’ah, mereka lebih najis daripada anjing dan lebih kufur daripada Yahudi dan Nashrani.
Dia mengatakan,
بَلْ أَخْبَارُهُمْ عَلَيْهِمُ السَّلامُ تُنَادِي بِأَنَّ النَّاصِبَ هُوِ مَا يُقَالُ لَهُ عِنْدَهُمْ سُنِّياًّ
“Bahkan kabar-kabar dari mereka (para imam) menyerukan bahwa yang dimaksud al-Nashib adalah yang dikenal dikalangan mereka dengan Sunni.”
Muhsin al-Mu’allim, dalam kitabnya al-Nushbu wa al-Nawashib, hal. 609,
“Sayyid al-Khu-iberkata: dan lebih jelasnya seorang nashib hukumnya kafir walau ia menampakkan (ucapan) dua kalimat syahadat dan keyakinan kepada hari kiamat.”
Syi'ah mengkafirkan setiap orang yang mengingkari ajaran mereka.Pengkafiran macam ini merupakan dosa yang sangat besar.Seorang yang Bersyahadat,meyakini Rukun Iman dan menjalankan rukum islam,maka dia bagian dari Islam.
Allah Ta'ala berfirman,
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."(4:136)
Rasulullah bersabda,
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَه وَأنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، وَيُقِيْمُوْا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوْا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوْا ذَلِكَ عَصَمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقَِهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى الله
“Aku disuruh supaya memerangi manusia sehingga mereka bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan semua itu, maka darah dan harta mereka telah terjaga dariku kecuali dengan haknya, dan hisab mereka terserah kepada Allah.” (Diriwayatkan oleh Muslim)
Lalu bagaimana dengan syi'ah?bukankah mereka juga bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan,dan Muhammad adalah Rasul-Nya?
Sesungguhnya syahadat mereka gugur,karena keyakinan mereka sudah rusak.Mereka mengubah kalimat syahadat,membuat buat Rukun Islam dan Rukun Iman versi mereka sendiri,Mencela para sahabat Nabi,tidak mengerjakan Shalat 5 waktu,tidak meyakini kemurnian Al-Qur'an,suka berdusta,menghalalkan mut'ah,menghalalkan khamar,dan mengkafirkan orang di luar golongannya tanpa alasan yang syar'i..
Dengan doktrin syi'ah yang semacam ini,maka pantang bagi kita (sunni) menjalin persahabatan dan persaudaraan dengan syi'ah.Kerena sejatinya mereka menganggap kita Kafir, lebih najis dari anjing dan lebih kufur dari yahudi dan nasrani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar